Friday, 25 January 2013

Seekor Anak Singa

Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa perlindungan induknya.

Beberapa waktu kemudian serombongan kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerak-gerakkan tubuhnya yang lemah.

Seekor induk kambing tergerak hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup sebatang kara.

Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan melindungi bayi singa itu. Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai dengan penuh kehangatan dan kasih sayang.

Merasakan hangatnya kasih sayang seperti itu, si bayi singa tidak mau berpisah dengan sang induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambingpergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.

Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu, makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya. Tingkah lakunya juga layaknya kambing.

Bahkan anak singa yang mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya kambing yaitu mengembik bukan mengaum!

la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambing kambing lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah seekor singa.

Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa.

Seekor serigala buas masuk memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian panik. Semua ketakutan.

Induk kambing yang juga ketakutan meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan auman mu yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!" Kata induk kambing pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.

Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain bukan auman.

Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya diterkam dan dibawa lari serigala. Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah,

"Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang jahat itu!"

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu.

Serigala kaget bukan kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan cengkeramannya. Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa hari itu adalah akhir hidupnya!

Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras, "Emmbiiik!"

Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk menyeruduk lagi.

Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing.

Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental kambing itu!

Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anaksinga itu dengan cakarnya.

Anak singa itu terjerembab dan mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan serigala.

Bukankah singa adalah raja hutan?

Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak singa itu.

Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega, dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala terpelanting.

Anak singa bangun.

Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang dahsyat.
Semua kambing ketakutan dan merapat!
Anak singa itu juga ikut takut dan ikut merapat.
Sementara sang serigala langsung lari terbirit-birit.

Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor anak singa.

Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu langsung ikut lari.
Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak singa itu ikut lari mengikuti kambing?

Ia mengejar anak singa itu dan berkata,

"Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku takkan memangsa anak singa!"

Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus mengejar.

Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap.

Anak singa itu ketakutan,
"Jangan bunuh aku, ammpuun!"
"Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak singa!"

Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata,

"Tidak aku anak kambing! Tolong lepaskan aku!"
Anak singa itu meronta dan berteriak keras.
Suaranya bukan auman tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.

Sang singa dewasa heran bukan main.
Bagaimana mungkin ada anak singa bersuara kambing dan bermental kambing.
Dengan geram ia menyeret anak singa itu ke danau.
Ia harus menunjukkan siapa sebenarnya anak singa itu.

Begitu sampai di danau yang jernih airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.
Lalu membandingkan dengan singa dewasa.
Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut,

"Oh, rupa dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!"
"Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!"Tegas singa dewasa.
"Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!"
"Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan ditakuti oleh seluruh isi hutan!

Ayo aku ajari bagaimana menjadi seekor raja hutan!" Kata sang singa dewasa.

Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan mengaum dengan keras.
Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan.

Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia ketakutan mendengar auman anak singa itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan,
"Aku adalah seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!"
Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.

Saya tersentak oleh kisah anak singa di atas!
Jangan jangan kondisi kita, dan sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan potensi terbaik yang dimilikinya.

Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasa biasa saja, ala kadarnya.
Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh siapa dirinya sebenarnya.
Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah yang penuh keraguan dan kegamangan.
Hidup tanpa semangat hidup yang seharusnya.
Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang dimilikinya.

Saya amati orang-orang di sekitar saya.
Di antara mereka ada yang telah menemukan jati dirinya.
]Hidup dinamis dan prestatif. Sangat faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis.

Detik demi detik yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia.
Semakin besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk menaklukkannya.

Namun tidak sedikit yang hidup apa adanya.
Mereka hidup apa adanya karena tidak memiliki arah yang jelas.
Tidak faham untuk apa dia hidup, dan bagaimana ia harus hidup.

Saya sering mendengar orang-orang yang ketika ditanya,
"Bagaimana Anda menjalani hidup Anda?" atau "Apa prinsip hidup Anda?", mereka menjawab dengan jawaban yang filosofis,
"Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air. Santai saja."

Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi ´mengalir bagaikan air´.
Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air itu ya hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini.
Bagaimana cara hidup yang berkualitas.

Sebab mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka?
Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada mereka.

Bisa jadi mereka sebenarnya adalah ´seekor singa´ tapi tidak tahu kalau dirinya ´seekor singa. Mereka menganggap dirinya adalah´seekor kambing sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.

Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini.

Bahkan bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini.
Kenapa tidak berubah?
Jawabnya karena mereka tidak mau berubah.

Kenapa tidak mau berubah?
Jawabnya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah.
Bahkan kalau mereka tahu mereka harus berubah, mereka tidak tahu bagaimana caranya berubah.
Sebab mereka terbiasa hidup pasrah.Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah.
Dan cara hidup seperti itu yang terus diwariskan turun-temurun.

Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa yang sedemikian takut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan,

"Aku malu jadi orang Indonesia!"
Di mana-mana, kita lebih banyak menemukan orang orang bermental lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah.
Orang-orang yang tidak tahu potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orang-orang yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan dan kehinaan.
Padahal sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup merdeka, jaya, berwibawa dan sejahtera.

Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa!

Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak singa bermental kambing pada serigala dalam kisah di atas.
Padahal sebenarnya, Bangsa ini adalah bangsa besar!
Ummat ini adalah ummat yang besar!
Bangsa ini sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya memiliki kekuatan dahsyat.
Bukan bangsa sekawanan kambing.

Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak bangsa ini, maka ia akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidak boleh diremehkan sedikitpun.

Bangsa ini sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai nusantara.
Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan adikuasa.
Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak mungkin disangkal, adalah ummat Islam terbesar di dunia.

Ada dua ratus juta lebih rakyat dinegeri tercinta Indonesia ini.
Banyak yang tidak menyadari apa makna dari dua ratus juta jumlah rakyatnya. Banyak yang tidak sadar. Dianggap biasa saja.
Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya.

Dua ratus juta rakyat di Indonesia, maknanya adalah dua ratus juta singa.
Penguasa belantara dunia. Itulah yang sebenarnya.

Sayangnya, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa justru bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan layaknya singa.

Lebih memperihatinkan lagi, ada yang sudah menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap menjadi kambing.
Karena telah terbiasa menjadi kambing maka ia malu menjadi singa!
Malu untuk maju dan berprestasi!

Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap menjadi kambing itu menginginkan yang lain tetap menjadi kambing.
Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing.

Yang menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh!

Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa.
Allah telah memberi predikat kepada kita sebagai ummat terbaik di muka bumi ini.
Marilah kita bermental menjadi ummat terbaik.
Jangan bermental ummat yang terbelakang.

Allah berfirman,

"Kalian adalah sebaik baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah!"
Read more

Bila Aku Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Ya Allah, Kukuhkanlah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Semoga Bermanfaat .
Read more

5 Manfaat Apel Yang Jarang Diketahui

Aple
5 Manfaat Apel Yang Jarang Diketahui

1. Apel membuat Anda pintar

Mungkin karena meningkatkan produksi asetilkolin, zat kimia yang mentransmisikan pesan antara sel-sel saraf, apel diperkirakan dapat menjaga otak tetap tajam seiring pertambahan usia, meningkatkan memori, dan berpotensi mengurangi kemungkinan mendapatkan penyakit Alzheimer, demikian menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Massachusetts at Lowell.

Penelitian ini memang baru dilakukan terhadap binatang. Namun tak ada salahnya bila Anda mulai mencoba membiasakan diri untuk mengonsumsi makanan ringan bergizi ini.

2. Apel bisa menurunkan kolesterol

Berkat dua komponen kunci, pektin (sejenis serat) dan polifenol (salah satu antioksidan kuat), apel dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan mencegah oksidasi kolesterol jahat, proses kimia yang mengubahnya menjadi plak yang menyumbat arteri.
Untuk memaksimalkan manfaat apel, makan apel bersama kulitnya. Kulit apel memiliki dua sampai enam kali senyawa antioksidan.

3. Apel membantu Anda bernafas lebih mudah

Perempuan yang mengonsumsi apel saat hamil, akan melahirkan anak dengan resiko penyakit asma yang berkurang, demikian menurut para peneliti dari Inggris baru-baru ini. Buah ini juga dapat melindungi paru-paru orang dewasa, menurunkan resiko asma, kanker paru-paru, dan penyakit lainnya.

4. Apel mampu melawan kanker

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam buah yang berair mengekang pertumbuhan sel kanker, tapi akan bekerja secara maksimal saat apel dimakan seluruhnya (minus batang dan biji, tentunya).

Orang yang mengonsumsi apel lebih dari satu dalam sehari akan menurunkan resiko beberapa jenis kanker (mulut, esofagus, usus besar, payudara, ovarium, prostat, dan lain-lain) sebesar 9 - 42 persen.

5. Apel merupakan slow food

Buah ini mengandung serat sebanyak 5 gr, atau 20 persen dari kebutuhan asupan harian Anda.

Karena keras, apel mengharuskan Anda untuk mengunyah dengan sabar, dan hal ini bisa memberikan sinyal pada tubuh bahwa Anda kenyang, sebelum Anda terlalu banyak mengonsumsi kalori.
Pemanis alami dalam apel memasuki aliran darah secara bertahap, membantu Anda menjaga kadar gula darah dan tingkat insulin tetap stabil, sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.
Hal ini kebalikan dari snack dengan pemanis buatan, yang membuat Anda cepat lapar kembali.

Semoga Bermanfaat .
Read more

Kesederhanaan

Sederhanalah dalam segala sesuatu...

Jangan terlalu cinta, nanti berubah menjadi benci...

Jangan terlalu benci, nanti berbalik cinta...

Jangan terlalu percaya, nanti mudah diperdaya...

Jangan terlalu cemburu, nanti merasa terkekang...

Jangan terlalu berharap, nanti kecewa...

Bersikaplah yang wajar, sedang-sedang saja, sederhana dan tidak berlebihan...

Karena nanti jika tak sesuai dengan yang diharapkan akan sangat sakit dan tak mudah menerima kenyataan...

semoga Bermanfaat .
Read more

Hidup

Buatlah hidup ini dengan ringan.
Karena Allah selalu menghendaki kemudahan bagi hamba-Nya bukan menghendaki kesulitan.
Jangan pula tenggelam dalam kesedihan karena di dunia ini tiada duka yang abadi.
Hiasilah dengan kebahagiaan dengan selalu berbagi, berbagi apa saja yang bermanfaat, tak punya harta, bisa dengan ilmu, senyuman, juga tenaga.
Bangkitlah dan mulailah dari awal dengan perlahan.
semoga Bermanfaat .
Read more

Cinta

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir. Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

semoga Bermanfaat
Read more

Semua Cinta butuh Bukti

Cinta bukanlah hanya klaim semata. Semua cinta harus dengan bukti. Di antara bentuk cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ittiba’ (mengikuti), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena ingatlah, ketaatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah buah dari kecintaan.

Cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah dengan melatunkan nasyid atau pun sya’ir yang indah, namun enggan mengikuti sunnah beliau. Hakikat cinta pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah dengan mengikuti (ittiba’) setiap ajarannya dan mentaatinya. Semakin seseorang mencintai Nabinya maka dia juga akan semakin mentaatinya. Dari sinilah sebagian salaf mengatakan:

لهذا لما كَثُرَ الأدعياء طُولبوا بالبرهان ,قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ

Tatkala banyak orang yang mengklaim mencintai Allah, mereka dituntut untuk mendatangkan bukti. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QA. Ali Imron: 31)

Seorang ulama mengatakan:
Yang terpenting bukanlah engkau mencintai-Nya. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya.

Yang terpenting bukanlah engkau mencintai Nabimu. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa mendapatkan cinta nabimu. Begitu pula, yang terpenting bukanlah engkau mencintai Allah. Namun yang terpenting adalah bagaimana engkau bisa dicintai-Nya. (Lihat Syarh ‘Aqidah Ath Thohawiyah, 20/2)

Allah sendiri telah menjelaskan bahwa siapa pun yang mentaati Rasul-Nya berarti dia telah mentaati-Nya. Allah Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (QS. An-Nisa’: 80)

Mari kita raih cinta-Nya dengan membantu hamba-hambaNya yang sedang tertimpa bencana...

Semoga bermanfaat.
Read more